Pages

Minggu, 10 Juli 2011

Maning - Maning....Tugas... Beres Pak... Peace...

Rekayasa Sistem Jaringan Komputer Nirkabel
Hotspot Area pada SMP Negeri 12 Pekalongan berbasis Autentikasi Pengguna








Tim pengembang :

  1. Deli Kristiani                           10.240.0174
  2. Ristiyanah                               10.240.0186
  3. Imaarotul Khusna                   10.240.0195
  4. Stefani Maya N                       10.240.0200
  5. Septiana                                  10.240.0202




Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Dengan semakin dekatnya era globalisasi/perdagangan bebas, dimana jarak tidak merupakan hambatan, komunikasi akan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, maka perlu suatu alat yang dapat mendukung kearah itu, salah satunya dengan internet. Internet merupakan sarana bagi sekolah untuk dapat mengembangkan komunikasi dan transaksi dengan dunia luar, baik dengan dunia bisnis maupun mitra kerja.
Disamping itu ada beberapa masalah yang sering di alami pihak sekolah yaitu, ada beberapa tamu yang berkunjung ke sekolah merasa kesulitan untuk terkoneksi ke Internet. Dan beberapa guru dan murid (civitas akademika) membutuhkan tambahan materi belajar dan mengajar yang dapat diunduh dari Internet, sementara laboratorium komputer yang tersedia sangat terbatas dalam hal peralatan dan waktu penggunaannya.

B.     Tujuan
1.      Berhasil menciptakan hotspot area di SMP N 12 Pekalongan.
2.      Hotspot area dapat terkoneksi dengan Ruang kepala sekolah, Ruang Laboratorium Komputer, Ruang Tata Usaha dan Perpustakaan.
3.      Menciptakan sistem pembelajaran yang lebih berkualitas.

C.     Manfaat
1.     Agar para murid, guru dan karyawan di SMP N 12 Pekalongan lebih mudah berinteraksi dalam dunia internet.
2.      Dapat mencari materi tambahan sebagai bahan ajar.
3.      Memberi kemudahan kepada para tamu yang ingin terkoneksi dengan internet.






Landasan Teori
Wireless Local Area Networks (WLANs)
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung.
WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network backbone yang ada saat itu. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan.
Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second(Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.
Tips Keamanan Wireless
1.      Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pula usernamenya)
Jantung dari jaringan Wi-Fi adalah access point atau router. Untuk melakukan set up dari peralatan access point ini, maka vendor dari access point device akan memberikan suatu interface yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam interface ini maka kita harus mengisikan username dan password. Sementara itu, pada beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set oleh vendor dengan suatu username dan password tertentu yang mudah ditebak oleh pengguna. Untuk itu kita harus mengganti password default dari access point kita. Bahkan bila perlu kita juga ubah username yang ada.
2.      Aktifkan enkripsi
Semua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari keamanan data. Intinya enkripsi akan mengacak data yang dikirim pada jaringan nirkabel sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak lain. Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan teknologi security yang bisa kita gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan semua peralatan dalam jaringan nirkabel kita juga menggunakan setting security yang sama seperti yang digunakan pada access point.
3.      Ganti SSID default
Access point atau router menggunakan suatu nama jaringan yang disebut dengan SSID. Vendor biasanya memberi nama produk access point mereka dengan suatu default SSID. Sebagai contoh, SSID yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah “linksys”. Kenyataannya memang apabila seseorang mengetahui sebuah SSID maka ia belum tentu bisa membobol jaringan tersebut, tetapi paling tidak ini adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila melihat suatu SSID yang masih default, maka itu indikasi bahwa access point tersebut tidak dikonfigurasi dengan baik dan ada kemungkinan untuk dibobol. Ganti SSID default segera setelah kita menset-up access point.
4.      Aktifkan MAC Address filtering
Setiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi yang unik yang dinamakan “physical address” atau MAC address. Access point atau router akan mencatat setiap MAC address dari peranti yang terhubung kepadanya. kita bisa set bahwa hanya peranti dengan MAC address tertentu saja yang boleh mengakses ke dalam jaringan nirkabel kita. Misalnya PDA kita memiliki MAC address tertentu, kemudian kita masukkan MAC address PDA kita ke dalam filter MAC address pada access point kita. Jadi yang bias terhubung ke jaringan sementara ini hanyalah dari PDA kita. Tapi kita juga tetap hati-hati, karena hacker bisa saja membuat MAC address tipuan untuk mengakali filtering ini.
5.      Matikan broadcast dari SSID
Dalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router biasanya akan membroadcast SSID secara reguler. Fitur ini memang sengaja didesain bagi hotspot area yang mana klien Wi-Fi pada area tersebut bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam kondisi di sekolah yang mana SSID nya pasti sudah kita ketahui sendiri, maka fitur ini tidak perlu diaktifkan karena bisa mengundang warga laun di luar sekolah untuk mengetahui SSID sekolah atau juga mencegah orang lain menumpang jaringan internet dengan gratis. Kita bisa nonaktifkan fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan jaringan sekolah.
6.      Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-Fi
Saat ini cenderung orang memanfaatkan DHCP untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada klien yang ingin terhubung ke jaringan nirkabel. Ini memang cara yang cepat dan mudah bagi jaringan kita, tetapi ingat bahwa ini juga cara mudah bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang valid pada jaringan nirkabel kita. kita bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan set suatu rentang alamat IP yang sudah fix dan set pula peranti Wi-Fi Anda yang ingin terkoneksi ke access point dengan rentang alamat- alamat IP yang fix tadi.
7.      Pikirkan lokasi access point atau router yang aman
Sinyal Wi-Fi secara normal bisa menjangkau sampai keluar area sekolah. Sinyal yang bocor sampai keluar sekolah sangat berisiko tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap jaringan nirkabel. kita harus meletakkan peralatan access point pada daerah sekitar tengah-tengah sekolah. Matikan saja jaringan nirkabel jika sedang tidak digunakan Aturan keamanan yang paling ampuh adalah dengan mematikan peralatan jaringan atau access point ketika sedang tidak digunakan.. Access point yang menyala tanpa ada yang memantau sangat berisiko tinggi terhadap eksploitas.




Desain Hotspot Area dan Denah pada SMP Negeri 12 Pekalongan berbasis Autentikasi Pengguna











KETERANGAN DENAH SMPN 12 PEKALONGAN

1.      Lab computer
2.      Ruang Kepala Sekolah
3.      Ruang BP/BK
4.      Ruang TU (Tata Usaha)
5.      Koperasi
6.      Perpustakaan
7.      Kantin Sekolah
8.      Ruang kelas VIID
9.      Ruang kelas VIIC
10.  Ruang kelas VIIB
11.  Ruang kelas VIIA
12.  Ruang
13.  Ruang kelas VIIID
14.  Ruang kelas VIIIC
15.  Ruang kelas VIIIB
16.  Ruang kelas VIIIA
17.  Ruang kelas IXD
18.  Ruang kelas IXC
19.  Ruang
20.  Ruang
21.  Ruang kelas IXB
22.  Ruang kelas IXA
23.  Ruang Guru
24.  UKS
25.  Ruang serbaguna
26.  Kantin Sekolah
27.  Lab. IPA
28.  Tempat parkir
29.  WC Guru
30.  WC Murid
31.  Lapangan Olah Raga
32.  WC Siswa
33.  Lapangan Volly dan Takraw









KETERANGAN IP ADDRESS, SUBNET MASK, DAN GATEWAY PADA SEMUA PERANGKAT
Perangkat
IP Address
Subnet Mask
Gateway
PC server KJ
192.168.4.2
255.255.255.0
192.168.4.1
PC server ICT
192.168.6.2
255.255.255.0
192.168.6.1
Radio KJ
192.168.4.4
255.255.255.0
192.168.4.1
Radio ICT
192.168.6.4
255.255.255.0
192.168.6.1
Client
DHCP

  FASILITAS DAN PERALATAN
NO
NAMA BAHAN
SPESIFIKASI
JUMLAH
OWNER
1
OBENG
+
1
SEKOLAH
2
Kabel UTP

1 pack
SEKOLAH
2
MEJA

1
SEKOLAH
3
KABEL TESTER

1
SEKOLAH
4
KURSI

1
SEKOLAH
5
TANG CRIMPING

1
SEKOLAH




  BARANG YANG DIPERLUKAN
NO
NAMA BARANG
SPESIFIKASI
JUMLAH
HARGA
SATUAN
JUMLAH
1
Komputer
1. Pentium IV 2.0
Ghz
2. Memory 256MB
3. Hardisk 20
4. VGA 32 Mb
6. Ethernet Card
10/100Mbps
7. CD-Rom 52x
8. Cassing ATX
2 Unit
2.000.000
4.000.000
3
Antenna
Omni GNF 24 DBI 2.4 Ghz
2 Unit
700.000
1.400.000
4
RADIO
3Com
2 Unit
1.250.000
2.500.000
5
HUB
SMC EZ-SWITCH 6 PORT EZ 6508 TX
1 Unit
500.000
500.000
6
Routerboard
RB133 HD 128KB, memory 64Kb
2 Unit
750.000
1.500.000
8
KABEL UTP
Belden
1 Dus
600.000
600.000
Total
Rp. 10.500.000

INSTALASI

Instalasi keseluruhan               :  RP. 1.000.000-,




Langkah-langkah Pembangunan Hotspot
Pembangunan Hotspot ini dilakukan di SMP N 12 Pekalongan yang seluas kurang lebih 5 Hektar. AP (Access Point) akan di pasang di dua tempat untuk memudahkan pengoperasiannya yaitu di Lab. komputer dan di server pusat agar jangkauannya bisa lebih besar dan penggunanya bisa lebih banyak.
AP yang akan digunakan adalah radio 3com dan Antenna Omni karena jangkauannya bisa mencapai 350meter dan proses penyetingannya cukup mudah di lakukan, disamping itu harganya lebih terjangkau dibanding dengan AP yang lainnya.
Untuk akses internet akan menggunakan Speedy karena hanya butuh sambungan telepon untuk bisa mengaksesnya. karena untuk mengakses internet lewat Wifi maka diperlukan mikrotik yang berguna untuk mengatur bandwidth yang akan dipakai dan bisa di gunakan untuk membuat username dan password yang akan dipakai client.
Setiap orang yang ingin mengakses internet dengan sambungan wifi ini sebelumnya harus meminta izin terlebih dahulu kepada administrator di Server untuk mendaftarkan MAC Address perangkat yang akan digunakan seperti PC, Laptop, PDA atau perangkat yang dilengkapi dengan Wifi. Setiap pengguna yang sudah mendaftar akan diberi username dan password untuk login dan bisa langsung mengakses internet dengan diberi IP secara otomatis oleh server atau disebut DHCP.
Berikut adalah langkah-langkah membuat hotspot:
1. Menyiapkan D-Link
2. Memasang D-LINK, Antena ,adaptor + kabel UTP (RJ45)
Menyiapkan komputer/Laptop yang ada LanCardnya
3. Mengkoneksikan kabel UTP dari D-LINK ke Laptop
Sebelum masuk ke D-LINK
4. Mengisi  IP Komputer ,missal: IP Address : 192.168.1.2 dan Subnet Mask : 255.255.255.0
5. OK dan Close
6. Membuka Browser Internet, isi Address : 192.168.1.1 (enter)
7. Mengisi User : admin
8. Password : -
9.Setelah masuk ke D-LINK, di menu sebelah kiri cari. Wireless Basic Settings
10. Ganti SSID misal “TKJ12008”
11. Di Access Point = centang Enable SSID Broadcast
12.Centang Reboot
13. Save
14. Tunggu booting beberapa saat
15. Mengambil kabel UTP di komputer
16. Mengkoneksikan ke sumber internet misal Speedy Personal
17. Search dengan Laptop dan siap Browsing
18. Selesai







DAFTAR PUSTAKA

1.      http://goleklayangan.wordpress.com/2008/07/21/teknologi-jaringan-nirkabel-wireless/
2.      http://affan.web.id (2007). Wireless LAN
3.      PT.CIPTA GUNA DATA (2007). Pembelajaran WAN bagi pemula